VAKSINASI MASAL DOSIS 2 SINERGITAS PEMKAB TULUNGAGUNG BERSAMA BANK JATIM, OJK DAN PMI DI SMPN 3 TULUNGAGUNG

Untuk mendukung terlaksananya program pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Bank Jatim Cabang Tulungagung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri dan PMI Cabang Tulungagung melaksanakan Vaksinasi massal dosis kedua di SMPN 3 Tulungagung Rabu, 10/11/2021 pukul 11.00 WIB.

Kegiatan Vaksinasi massal Dosis 2 ini di hadiri oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo MM Bersama Jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Direktur Bank Jatim Cabang Tulungagung Kamilah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Bambang Supriyanto serta Kepala Perangkat Daerah terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan vaksinasi massal dosis kedua ini, sebagai tindak lanjut dari vaksinasi massal dosis pertama yang dilaksanakan pada Selasa 12 Oktober 2021 sampai dengan Rabu, 13 Oktober 2021. Vaksin yang diberikan merupakan vaksin jenis Sinovac dosis kedua. Pihak penyelenggara sudah menargetkan sekitar 5000 dosis vaksin.

Sasaran program vaksinasi ini adalah pelajar SMP, SMA/SMK, serta masyarakat umum baik dewasa maupun anak-anak dengan minimal usia 12 tahun. Persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti vaksinasi ini antara lain membawa bukti vaskinasi pertama, fotokopi KTP atau Kartu Keluarga. Peserta juga diharuskan mengikuti rangkaian proses pemeriksaan baik pemeriksaan data maupun kesehatan

Antusias masyarakat sangat tinggi demi mendapatkan vaksinasi covid-19 ini, terlihat dari mereka yang berdatangan dan mengantri di petugas, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, menyampaikan terima kasih dan apresiasi, serta penghargaan yang tinggi kepada pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan vaksinasi massal dosis 2 di SMPN 3 Tulungagung ini.

Bupati menambahkan, diharapkan dengan adanya program vaksinasi-vaksinasi ini, Kabupaten Tulungagung dipastikan segera meraih kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat, khususnya pelajar sebagai upaya mempersiapkan pembelajaran tatap muka penuh segera tercapai. Serta kedepannya Kabupaten Tulungagung akan mengalami penurunan level.