TINJAUAN LAPANGAN DALAM RANGKA MEMERIKSA PERSIAPAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DI TULUNGAGUNG

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung bakal merencanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk siswa SD, SMP/MTS dan SMA di Tulungagung pada besuk hari Kamis (9/9/2021).

Dalam rangka kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebelum pelaksanaan PTMT, pada hari ini Rabu, (8/9/2021) mulai pukul 10.00 WIB melaksanakan peninjauan langsung oleh  Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, dan Kepala Perangkat Daerah terkait ke sekolah-sekolah, dengan tujuan memeriksa persiapan sarana prasarana yang tersedia.

Adapun lokasi kunjungan yang dituju diantaranya, yakni SDN 1 Kampungdalem, SMPN 1 Tulungagung, SMAN 1 Boyolangu, MTSN 1 Tulungagung, SDN 1 Boyolangu, SMPN 2 Campurdarat dan SDN 1 Campurdarat.

Dalam pernyataan, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, menyampaikan pemantauan langsung di lapangan dirasa perlu untuk dilaksanakan. Karena, PTMT ini bukan sekedar coba-coba, tetapi harus bener-bener mengikuti prinsip kehati-hatian dan protokol kesehatan yang ketat sesuai instruksi pemerintah.

“Makanya sebelum peraturan PTMT SD/SMP/MTSN/SMA secara serempak ini dilakukan harus ada pantauan secara langsung. Apabila sarana prasarana belum siap, seperti halnya tempat cuci tangan, alat cek suhu tubuh, ruang isolasi untuk siswa yang terindikasi suhu tinggi dan yang lainnya, maka kami adakan asesment kembali,” ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Tulungagung menambahkan bahwa di sistem PTMT ini jumlah siswa yang masuk maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan. Dan juga kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai jam 07.00 sampek 09.00 WIB atau kurang dari 4 jam.

“Jadi hanya dua jam pelajaran. Setelah itu siswa langsung pulang,” tuturnya.

Menurut Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, terkait ijin dari pihak orang tua siswa, pihak sekolah untuk dilarang memaksa. Apabila orang tua atau wali murid tidak memberikan ijin secara tertulis, siswa bisa tidak mengikuti kegiatan PTMT di sekolah, tapi bisa ikut kegiatan belajar mengajar secara online atau daring.
Selanjutnya jika ada guru yang belum ikut vaksin, tidak boleh memberi pelajaran tatap muka.
“Untuk gurunya harus sudah vaksin, jika belum maka hanya diperbolehkan mengajar daring. Kalau siswanya nanti bakal divaksin secara bertahap,” pungkasnya.