RAPAT KOORDINASI PPKM DARURAT DAN PERSIAPAN IDUL ADHA TAHUN 2021

Selasa (13/07/2021) bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengadakan Rapat Koordinasi PPKM Darurat dan Persiapan Idul Adha, rapat dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM serta didampingin Sekretaris Daerah, Kapolres, Ketua DPRD, Kajari Tulungagung, perwakilan dari Kodim 0807, adapun peserta rapat yaitu Kapolsek, Danramil, Camat se Kabupaten Tulungagung serta Kepala Dinas, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat di Kabupaten Tulungagung.

Dalam laporannya Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM mengatakan
Bahwa penambahan yang positif dari hari ke hari semakin bertambah, ini menandakan bahwa perlu adanya keseriusan kita bersama dalam menangani pandemi Covid-19. Situasi Covid-19 di Kabupaten Tulungagung sampai hari ini sebanyak 3.951 orang yang akan menyentuh angka 4.000 dari total kasus tersebut, kasus aktif sebanyak 440 atau 11,14%, kemudian jumlah kasus sembuh 3.437 orang atau 86,9%, sedangkan jumlah kasus yang meninggal 74 orang atau 1,8%. Kasus Covid-19 tertinggi terdapat di 5 Kecamatan yaitu, Kecamatan Kedungwaru sebanyak 56 kasus, Kecamatan Ngantru sebanyak 40 kasus, kecamatan Tulungagung sebanyak 43 kasus, Kecamatan Boyolangu 35 kasus, dan Kecamatan Ngunut sebanyak 35 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Kasil Rokhmad mengatakan dengan adanya penambahan kasus positif Covid-19 beberapa hari ini, Bed Ocuppancy Rate (BOR) isolasi di Tulungagung baik RS rujukan maupun RS darurat sudah mencapai 74%. Beliau mengkawatirkan, dalam beberapa hari kedepan BOR isolasi akan penuh karena penambahan kasus baru tidak berimbang dengan kasus sembuh. Saat ini, dari 704 BOR isolasi di seluruh RS maupun RSDC hanya tersedia sebanyak 180 tempat tidur saja yang belum terpakai, oleh karena itu untuk menjaga agar BOR isolasi tidak sampai 100% Dinkes berencana mengaktifkan beberapa puskesmas yang akan dijadikan sebagai RSDC. Beliau juga berharap semoga di Tulungagung tidak sampai mendirikan RS Darurat Lapangan seperti di beberapa wilayah di Jawa Timur.