Penyerahan Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim Tahun 2020, Kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Di Kabupaten Tulungagung

Rabu (17/3/2021) Bertempat di Balai Desa Sukowidodo Kecamatan Karangrejo dilaksanakan kegiatan Penyerahan Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim Tahun 2020 melalui kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tulungagung. Adapun bangunan yang di rehabilitasi sebanyak 17 (tujuh belas) unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Desa Karangrejo, Sembon, Babadan, Sukowidodo, Tanjungsari dan Sukorejo.

Bantuan CSR ini secara simbolis diberikan oleh Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman kepada Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM. Dalam sambutannya Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM menyampaikan terima kasih kepada Bank Jatim, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung dan semua pihak yang berpartisipasi atas terbangunnya 17 (tujuh belas) unit rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini. “Semoga amal Saudara dicatat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan harapan lebih banyak lagi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dapat terbangun melalui CSR Bank Jatim. Kami berharap kepada Bank Jatim agar CSR ini berkelanjutan, artinya CSR yang didasari komitmen dan sinergi dari semua pihak secara terus menerus. CSR berkelanjutan memberikan dampak positif dan manfaat bagi perusahaan dan stakeholder terkait. Selain itu juga dapat mendorong perusahaan lain untuk berbuat sama dan pada akhirnya mampu membentuk kehidupan masyarakat yang mandiri dan sejahtera”.

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ini bertujuan untuk memperbaiki rumah warga agar memenuhi syarat supaya sehat dan dapat melahirkan generasi yang baik, sejahtera serta mampu menambahkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan adanya program ini, Saya berharap ke depan di Kabupaten Tulungagung tidak ada lagi rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni.Saya berharap kepada seluruh warga yang mendapatkan bantuan ini, agar rumahnya dirawat, dipelihara dengan baik agar dapat dirasakan manfaatnya. Bantuan ini merupakan wujud nyata keberpihakan Pemerintah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam meningkatkan kualitas rumah dan permukiman khususnya masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).