MUSYAWARAH DAERAH PELAJAR MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG

Sabtu, (18/12/2021) Pemerintah Kabupaten Tulungagung menghadiri dan membuka pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Pelajar Muhammadiyah ke XII, yang bertempat di Ruang rapat Prajamukti Kantor Bupati Tulungagung mulai pukul 08.00 WIB.

Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE, juga dihadiri oleh Pimpinan daerah Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung Dr. Anang Imam Masarif M.Kes., Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tulungagung, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah, ketua umum Pimpinan wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Nafis Zamani Alfiansyah.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung Dr. Anang Imam Masarif M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Musda ini mengusung Tema Meningkatkan Pengetahuan untuk Menuju Masa Depan yang Gemilang, dengan maksud bahwa pelajar Muhammadiyah harus mempunyai pengetahuan dan inovasi terhadap teknologi informasi guna media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan, serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga dan martabat seseorang.

Pimpinan daerah Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung Dr. Anang Imam Masarif M.Kes juga menambahkan, beliau sangat mengapresiasi atas dibukanya Musda Pelajar Muhammadiyah. Menurutnya hal ini sejalan dengan Perintah Allah wahyu pertama, belajar atau meningkatkan pengetahuan ini harus dengan Rahmad Allah dan di niati untuk mencari Ridho Allah.

Sementara itu, sambutan Bupati Tulungagung yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE menyampaikan, bahwa Musyawarah Daerah (Musda) bagi suatu organisasi, merupakan hal yang sangat penting dan strategis, karena bertujuan untuk memprioritaskan program kerja yang benar-benar riil, logis, dan terukur keberhasilannya serta sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat saat ini. Selain itu, pelaksanaan Musda adalah dalam rangka melanjutkan estafet kepemimpinan di Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tulungagung.

Selanjutnya, melalui Musda ini hendaknya dijadikan momentum untuk mengevaluasi diri kita masing-masing. Sudah sejauh manakah kita melaksanakan segala kewajiban kita, apakah sudah sesuai dengan ajaran agama Islam. Sehingga kita akan senantiasa berupaya untuk selalu berusaha memperbaiki berbagai kekurangan, serta terus meningkatkan segala bentuk kebaikan.