LAUNCHING DAN SOSIALISASI SAPA – SI YATIM (SEHAT, PEMENUHAN ADMINDUK, PSOKOSOSIAL, ASUHAN, SEKOLAH DAN INFAQ BERKELANJUTAN BAGI YATIM)

Rabu, (15/9/2021) mulai pukul 09.00 WIB. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menggelar acara dalam rangka Launching Dan Sosialisasi SAPA – SI YATIM ( Sehat, Pemenuhan Adminduk, Psikososial, Asuhan, Sekolah dan Infaq Berkelanjutan Bagi Yatim), yang dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung Drs. Maryani, MM, Kepala Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Perwakilan Jatim Dawud Sulaiman, Kepala Perangkat Daerah dan Stake Holder terkait.

Dalam laporannya, Kapala Bappeda Kabupaten Tulungagung Drs. Maryani, MM menyampaikan bahwa, program SAPA SI YATIM ini menjadi momentum bersama bagi pemangku kepentingan yaitu, Pemerintah Daerah, Pemangku Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi dan Media Massa, termasuk diantaranya Tim Penggerak PKK, BAZNAS, LMI, Lembaga Perlindungan Anak Tulungagung untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya menangani dampak pandemi covid-19 terhadap anak – anak yang orang tuanya meninggal akibat covid-19 di Kabupaten Tulungagung.

Kepala Bappeda juga menyampaikan tujuan dari kegiatan program SAPA – SI YATIM yaitu memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi dan memastikan kebutuhan anak lainnya berupa pendampingan/psikososial, pendidikan, kesehatan, pengasuhan dapat terpenuhi.

Drs. Maryoto Birowo, MM selaku Bupati Tulungagung dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada LMI dan BAZNAS, karena telah ikut peduli dengan penanganan sosial terhadap anak yatim di Kabupaten Tulungagung.

Beliau juga menegaskan Program SAPA SI – YATIM merupakan konsep program yang memberikan layanan holistik terintergrasi bagi anak yang kehilangan orang tua meninggal akibat covid-19 baik dari sisi pendidikan, kesehatan, psikososial, pengasuh maupun pemenuhan hak catatan sipil melalui Unit Layanan TerpaduĀ  Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) sebagai pintu masuk pemberian layanan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan anak.
Bupati Tulungagung juga menyampaikan harapannya, agar anak – anak yang hadir dalam kesempatan ini untuk terus bersemangat menggapai cita – cita yang tumbuh menjadi anak yang Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat yang di singkat (GENIUS). Selain GENIUS juga mampu mengembangkan rasa setiakawan, bekerjasama dalam menanggapi hal prestasi serta terus beribadah sesuai agama masing – masing.

Dalam serangkaian acara tersebut Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyerahkan bantuan sosial secara simbolis berupa sembako dan beasiswa sebesar Rp. 210.000/bulan selama satu tahun kepada anak – anak yatim yang orang tuanya meninggal karena covid-19.