BERITA TERKINI
Home / Tulungagung Update / Konferensi Cabang Ke XI Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tulungagung

Konferensi Cabang Ke XI Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tulungagung

Pada hari Jum’at (21/6/2019) PB. NU Cabang Tulungagung menyelenggarakan Konferensi Cabang Tulungagung ke XI Tahun 2019 yang bertempat di Kantor Cabang NU Desa Gedangsewu Kecamatan Boyolangu. Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh :

1. Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Listianto Dardak, M.Sc

2. Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM;

3. Wakil Rois Syuriyah PWNU Jatim KH Yasin Asmuni

4. Forkopimda Kabupaten Tulungagung;

5. Ketua PB. NU Tulungagung;

6. Ketua MUI Tulungagung;

7. Pengurus MWC dan Ranting NU

6. Muspika Kecamatan Boyolangu;

Plt. Bupati Tulungagung dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan sejarah telah mencatat peran Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan bersama elemen bangsa yang lain. Organisasi yang didirikan pada 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan 31 Januari 1926 M, bukan organisasi kemarin sore, sudah 96 tahun dalam hitungan hijriyah dan 93 tahun dalam hitungan masehi usia NU. Oleh karenanya sesuai dengan tema konferensi PCNU Tulungagung ” Menyongsong Satu Abad NU, Memperkuat Aswaja An Nahdiyah, Demi Tegaknya NKRI ” maka perlu kita mulai dari Konferensi PCNU hari ini. Bangsa Indonesia dan khususnya Kabupaten Tulungagung menantikan langkah-langkah kreatif yang dilakukan PCNU Tulungagung dalam mengisi pembangunan dan menjaga kebhinekaan dari rongrongan kelompok-kelompok yang ingin mendirikan negara di dalam negara. Pemerintah sangat mengapresiasi peran-peran PCNU kabupaten Tulungagung dalam mewujudkan masyarakat berkualitas unggul di bidang apapun, demi Tulungagung yang Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto. Jika dahulu Hadrotus Syekh Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Chasbulloh, KH. Bisri Sansuri dan deretan pendiri NU mengawali mendirikan NU dalam kerangka berbangsa, bernegara dan beragama, maka generasi hari ini yang menjadi penerus, harus meneladani sikap dan teladan yang beliau-beliau berikan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan berlangsungnya ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah di bumi Indonesia tercinta ini. Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat kita hari ini, diantaranya masalah ekonomi, kesehatan, pendidikan, masalah keamanan, dan masalah idiologi yang sengaja dimainkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang tidak menginginkan kejayaan Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Tulungagung perlu bergandengan tangan dengan PCNU dalam menyelesaikan seluruh persoalan yang ada. Karena tidak mungkin beban berat tersebut, akan dibebankan kepada pemerintahan sendiri tanpa bantuan dari stakeholder yang ada dan salah satu kunci stakeholder tersebut adalah Nahdlatul Ulama. Merupakan harapan besar dari konferensi PCNU ke 11 ini, akan melahirkan program-program kerja yang mampu memotret visi, misi dan program pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dan Nasional, sehingga terjadi gayung bersambut dalam kerangka pembangunan berbasis 4.0 (four point zero) yakni program kerja dan kinerja berbasis data base.

Zaman akan terus berubah, teknologi akan semakin maju, maka perlu adanya rekomendasi-rekomendasi pada Konferensi hari ini yang mampu memproyeksikan kondisi kekinian dan masa depan tanpa meninggalkan Akhlakul Karimah. Sebagai penutup, marilah kita bergandeng tangan dan bersatu padu membangun Tulungagung menjadi kota maju, sejahtera, dengan keberagaman budaya dan sopan santun serta akhlakul karimah. Karena kami sadar, ini adalah tugas berat yang harus dipikul bersama sehingga menjadi ringan dengan semangat kebersamaan.

Pengarahan Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H.Emil Elistianto Dardak, M.Sc. sekaligus menandai acara pembukaan, dengan inti :

– Cikal bakal berdirinya NU adalah terbentuknya Komite Hijaz

– Pemerintah tidak akan pernah bisa lepas dari peran ponpes dan santri oleh karena itu ada tradisi baru yang sedang dibangun oleh Gubernur Jatim, seperti santunan anak yatim dan giat sholawat rutin.

– Pemprov Jatim mempunyai program dalam membangun Jawa Timur yaitu salah satunya pemberian beasiswa kuliah bagi Guru Madin.

– Pemprov Jatim berupaya semaksimal mungkin menampung aspirasi dari wali murid terkait PPDB namun demikian kita harus tetap menghargai kebijakan pemerintah pusat.

– Atas nama Gubernur Jatim kami secara resmi membuka Konfercab XI PCNU Tulungagung.

Acara dilanjutkan dengan peresmian Apotik NU Farma. Dan acara selesai pukul 23.15 WIB dengan lancar dan sukses.

Baca Juga

Sosialisasi Pelaksanaan Adipura 2025

Tulungagung, Selasa (10/9) – “Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini diantaranya adalah terciptanya sinergitas pemerintah daerah …