BERITA TERKINI
Home / Tulungagung Update / Apel Akbar Persiapan Pengawasan Pemilu 2019

Apel Akbar Persiapan Pengawasan Pemilu 2019

Pada hari ini Minggu (14/4/2019) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulungagung melaksanakan gelar Apel Akbar Persiapan Pemilu 2019 bertempat di Halaman GOR Lembu Peteng Jl. Soekarno-Hatta Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung. Kegiatan ini merupakan mengecek kesiapan pengawasan Pemilu tahun 2019 bagi Bawaslu, Bawaslu, Panwascam, Panitia Pengawas Pemilu Desa (PPD) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang diikuti sekitar 4.120 orang . Acara dimulai pukul 07.00 WIB dan selesai pukul 08.30 WIB.

Selaku pembina Apel Ketua Bawaslu Kabupaten Tulungagung Fayakhun, SH, M.Hum, MM dan juga dihadiri oleh Drs. Maryoto Bhirowo,MM (Plt. Bupati Tulungagung), Letkol Inf. Wildan Bahtiar,S.I.P (Dandim 0807/Tulungagung), AKBP Tofik Sukendar, S.I.K (Kapolres Tulungagung), Sdr. Eko Adhiyaksono (Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung), Komisioner KPU dan Bawaslu Kab Tulungagung, Perwakilan dari tiap-tiap Parpol.

Dalam amanatnya pembina apel Fayakun, SH, M. Hum, M. M (Ketua Bawaslu Kab Tulungagung) menyampaikan bahwa 3 (Tiga) hari lagi kita akan memasuki puncak perayaan Pemilu 2019 secara serentak, yang tepatnya pada tanggal 17 April 2019 seluruh anak bangsa yang berhak memilih akan menggunakan hak pilihnya Aspek keserentakkan dari pemilu kali ini, menjadi ujian besar bagi Bawaslu sebagai Lembaga Pengawas Pemilu yang mendedikasikan dirinya untuk menjaga Hak Pilih Rakyat.

Menyadari hal tersebut, maka selama berlangsungnya tahapan pemilu tahun 2019, kita telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan pemilu,

termasuk pengawasan masa tenang, hari pungut hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses pemilu.

Sebab tugas mengawasi pemilu adalah panggilan mulia yang harus kita tuntaskan dengan baik.

Karena itu sudah sepatutnya pula kita meminta pertolongan Tuhan, agar kita diberi kekuatan dan kemampuan untuk menunaikan tugas ini dengan baik, hingga pada saatnya nanti seluruh jajaran Bawaslu dapat mempertanggung jawabkan amanah ini dihadapan Tuhan dan seluruh rakyat

Indonesia.

Mulai hari ini kita diperhadapkan dengan tugas mengawasi masa tenang yang dimulai dari tanggal 14 s/d 16 April, masa ini merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa termasuk didalamnya Bawasalu dan peserta pemilu.

Berdasarkan pengalaman, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik-praktik kecurangan politik uang, propaganda isu SARA, penyebaran Berita Bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserta. Praktik- pratik tersebut diatas jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi

serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas pemilu bersama-sama masyarakat kita tolak dan lawan politik uang, isu SARA dan penyebaran berita bohong, demi pemilu yang bersih, berintegritas dan bermartabat.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi kita dengan kesehatan dan kekuatan, kebijaksanaan serta hati yang lapang agar kita dapat melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawab.

Dilanjutkan dengan sambutan Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Bhirowo,MM yang menyampaikan bahwa Pemilihan umum merupakan salah satu cara dalam sistem demokrasi di negara kita adalah satu bentuk hak asasi warga negara dibidang politik yaitu untuk mewujudkan kedaulatan rakyat untuk pertama kalinya dalam sejarah di Indonesia untuk anggota DPR RI, anggota DPD, anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD Kabupaten/Kota serta pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan dipilih secara serentak hal ini dilakukan berdasarkan putusan mahkamah konstitusi yang bertujuan untuk meminimalkan pembiayaan negara dalam pelaksanaan pemilu.

Sukses dan tidaknya peralatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung bagi anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada akan tetapi juga pihak penyelenggara pemilu yakni KPU Bawaslu dan dewan kehormatan penyelenggara pemilu atau dkpp wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang objektif dan transparan.

Tidak ketinggalan punya fungsi dan peran TNI dan Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara pemilu akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan pemilu yang dilaksanakan secara langsung umum bebas rahasia jujur dan adil,

pemilu serentak tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.

Salah satu fungsi Bawaslu adalah melakukan pengawasan tahapan dan pencegahan pelanggaran pemilu terdapat fungsi Bawaslu yang strategis dan signifikan yakni bagaimana menghindari potensi pelanggaran pemilu muncul dengan menjalankan strategi pencegahan yang optimal.

Bawaslu juga diharapkan mampu melakukan penindakan tegas efektif dan menjadi hakim yang adilBawaslu harus hadir menjadi solusi terhadap berbagai tuntutan untuk melakukan pengawasan dan penindakan atas berbagai pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh siapa pun termasuk kepada penyelenggara pemilu karena mereka tidak luput dari potensi melakukan pelanggaran.

Baca Juga

Sosialisasi Pelaksanaan Adipura 2025

Tulungagung, Selasa (10/9) – “Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini diantaranya adalah terciptanya sinergitas pemerintah daerah …