Siwi Sang

Siwi Sang

Jurnalis Warga Tulungagung, Puskakom - Kinerja USAID. Bergiat di komunitas pena ananda Tulungagung. Peminat sejarah Nusantara.

Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi atau FESTIK merupakan satu agenda tahunan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi [RTIK] Indonesia yang didukung penuh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia [Kemkominfo RI] melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika [APTIKA]. Peserta FESTIK adalah RTIK Indonesia, Dishubkominfo dan Diskominfo kabupaten kota seluruh Indonesia, Bupati dan Walikota di Indonesia, kalangan sekolah dan universitas, pegiat TIK, pegiat Desa, Pegiat Literasi Digital, Blogger, pelaku usaha TIK, lembaga pemerintah dan sewasta, dan Pemda dimana FESTIK berlangsung.

Ahad malam, 4/9/2016, desa Picisan kecamatan Sendang kabupaten Tulungagung Jawa Timur menghelat pentas kolosal Rampak Lesung 2016 bertempat di Balai Desa Picisan. Sejumlah 30 ibu warga desa menjadi penabuh lesung diiringi tarian teatrikal 12 penari yang terdiri dari anak anak perempuan desa, peserta KKN UNISKA Kediri dan Renata seniman  tari Tulungagung. Pelukis Nurali ikut tampil ekspresif melukis on the spot sepanjang pagelaran durasi sekitar 15 menit. Rampak Lesung desa Picisan berlangsung dramatic. Selesai acara dibuka resmi oleh Muselam kepala desa Picisan, hujan deras campur angin mendadak datang mengguyur lokasi pentas. Ratusan penonton segera bubar mencari tempat berteduh ke rumah rumah warga sekitar lokasi dan sebagian masuk pendapa Balai Desa.

Dukungan  terhadap Gerakan Tulungagung Menulis yang akan menghelat Festival Bonorowo Menulis (FBM) 2015 kembali datang. Kali ini dari para alumni SMPP (Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan) Tulungagung angkatan ‘81 yang anggotanya tersebar di berbagai kota di Indonesia. Sabtu siang kemarin, 19/9, tiga orang perwakilan Alumni SMPP ’81 (selanjutnya ditulis Alumni ’81), secara langsung berkunjung ke sekretariat FBM 2015, menyampaikan bantuan dana tahap pertama, khususnya dana bantuan melalui Yayasan Langit Biru.

FBM 2015 Ajak Para Penulis Kembali Ke Akarnya

Sabtu kemarin, 12/9, Yusron Aminulloh tokoh Literasi nasional asal Jombang Jatim berkunjung ke Tulungagung. Sosok yang selalu menebar energi positif Literasi di tiap tempat kunjungan ini pertama hadir mengudara selama satu jam di radio LIIUR FM Tulungagung dalam acara Pojok Literasi. Kemudian lanjut berkunjung ke Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club Tulungagung di selatan pasar kuliner desa Bangoan, Kedungwaru Tulungagung, bertemu para pegiat Literasi Tulungagung dan para relawan Festival Bonorowo Menulis [FBM] 2015.

Selama ini festival Menulis masih langka di Indonesia. Gerakan literasi menulis belum jadi isu menarik terutama di daerah daerah yang dalam tradisi Menulis kalah pesat dengan kota kota besar. Akan tetapi Tulungagung Jawa Timur siap gelar festival Menulis pertama bertajuk Festival Bonorowo Menulis 2015 [FBM 2015] dapat diikuti oleh siapa saja dari beragam latar usia dan latar profesi ini mengusung tema “Potensi dan Kekayaan Lokal Sebagai Inspirasi Yang Tak Pernah Hilang”.

Desa di Tulungagung Segera Bentuk BUMDes

Pembentukan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes sebenarnya merupakan amanat konstitusi yaitu Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa. Oleh karena itu desa-desa di Tulungagung mulai saat ini harus segera merancang pendirian BUMDes. Tujuannya supaya Dana Desa tidak digunakan untuk pembangunan fisik belaka, tetapi ada sebagian yang digunakan sebagai investasi ekonomi di desa.

Tarik Jaring di Pantai Sidem

Daerah Kabupaten Tulungagung bagian selatan memiliki banyak pantai yang digunakan sandaran perahu para nelayan penangkap ikan. Salah satu pantai tersebut adalah pantai Sidem yang berada di wilayah desa Besole, kecamatan Besuki, Tulungagung. Pantai ini memiliki panjang kawasan sekitar satu kilometer. Pantai Sidem tidak menghadap langsung laut lepas tetapi berada di sebuah teluk menghadap dua pulau batu karang di tengah laut sehingga ombak tidak begitu besar. Selain menggunakan perahu berbagai ukuran, ada sebagian nelayan pantai Sidem yang dalam kegiatan menangkap ikan menggunakan satu alat khusus bernama “jaring tarik”. Itulah sebab dalam kegiatan menangkap ikan menggunakan alat ini dikenal sebagai “tarik jaring”.

Senin, 30/3, sejumlah 12 warga dari Desa Kesambi, kecamatan Bandung, kabupaten Tulungagung, mengikuti pelatihan Pewarta Desa. Acara yang difasilitasi oleh Tjut Zakiyah Anshari dari Relawan TIK Tulungagung itu dalam rangka mendukung pengelolaan website Desa Kesambi yang diluncurkan pada bulan ini. “Dengan adanya pelatihan Pewarta Desa bagi warga Desa Kesambi diharapkan mereka nantinya dalam mengunggah aneka informasi dan potensi desa melalui Website Desa dengan kualitas yang cukup baik, terutama bagaimana mewartakan segala informasi desa menggunakan teknik jurnalistik,” ungkap Tjut Zakiyah Anshari yang biasa dipanggil Bunda Zakyzahratuga itu.