Perhubungan

Berhasil tidaknya suatu pembangunan tidak bisa terlepas dari lancarnya aktivitas masyarakat di segala bidang. Beberapa faktor yang dapat memperlancar aktivitas masyarakat tersebut antara lain: jalan, sarana angkutan, dan sarana telekomunikasi.

A. Jalan Raya

Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting guna memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.

Berdasarkan data dari Dinas PU/PPW Kabupaten Tulungagung panjang jalan raya di Kabupaten Tulungagung mencapai 1.525,34 Km yang terbagi atas jalan kabupaten 1.477,25 Km dan jalan negara 48,09 Km. untuk jalan kabupaten kondisi jalan terbagi menjadi beberapa kondisi yaitu kondisi baik 1,45 persen, kondisi sedang 6,62 persen, dan kondisi rusak ringan 91,93 persen. Untuk jalan negara kondisi jalannya baik.

B. Angkutan

Jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Tulungagung mengalami kenaikan sebesar 12,81 persen dibanding dengan tahun 2004. Untuk jumlah permintaan SIM (Surat Izin Mengemudi) juga mengalami kenaikan sebesar 10,11 persen. Jumlah kecelakaan lalu lintas selama tahun 2005 dibandingkan tahun 2004 meningkat sebesar 29,63 persen dengan jumlah kerugian sebesar Rp. 48.550.000,00.

Selain kendaraan bermotor angkutan menggunakan kereta api merupakan alternatif lain yang bisa digunakan untuk transportasi. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada tahun 2005 sebanyak 371.872 orang berarti meningkat 6,65 persen dibanding dengan tahun sebelumnya. Sedangkan tempat yang dituju terbanyak adalah Surabaya.

C. Pos dan Giro

Dalam era globalisasi ini, peran telekomunikasi sangatlah penting. Seban tanpa adanya sara telekomunikasi yang baik dan mudah tentunya akan banyak ketinggalan informasi, yang pada akhirnya akan mengakibatkan ketertinggalan. Dengan banyak informasi yang diperoleh akan mendorong kita untuk segera bangkit untuk melaksanakan pembangunan setidaknya sama atau bahkan lebih dari daerah yang lain.

Kantor pelayanan pos dibedakan menjadi kantor pos besar dan kantor pos pembantu masing-masing sebanyak 1 unit dan 17 unit. Jenis pelayanan Pos antara lain tabungan, wesel, dan surat-menyurat. Pada tahun 2005 kantor pos melakukan pelayanan pengiriman wesel, paket, dan surat masing-masing sebanyak 7.193.983, 2.219, dan 156.813.

Untuk pengiriman dan penerimaan surat pada tahun 2005 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan masyarakat memilih sarana yang lebih efektif untuk berkomunikasi yaitu dengan menggunakan telepon.

D. Hotel

Hotel merupakan salah satu sarana penunjang pariwisata, data mengenai hotel diperoleh dari survei yang dilaksanakan setiap tahun oleh BPS. Jumlah hotel di Kabupaten Tulungagung pada tahun 2005 sebanyak 19 hotel. Jumlah tamu yang menginap di hotel mengalami penurunan untuk tamu domestik sebesar 8,36 persen, jumlah tamu asing juga mengalami penurunan sebesar 22,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perdagangan

Data mengenai perdagangan bersumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Yang dicakup dalam hal ini mengenai jumlah perdaganan menurut jenisnya untuk tiap kecamatan, jenis perdaganan, ekspor menurut eksportir, dan jenis komoditi.

Pembanguna perdagangan sangat penting dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memberikan sumbangan yang cukup terarah dalam penciptaan lapangan usaha serta peningkatan pendapatan. Pembangunan perdagangan diarahkan untuk memperlancar arus barang dan jasa serta melindungi kepentingan produsen dan konsumen dalam rangka memantapkan stabilitas ekonomi daerah maupun nasional.

A. Bentuk dan Jenis Usaha Perdagangan

Berdasarkan bentuk usaha, perdaganan di Kabupaten Tulungagung yang terbesar bentuk usahanya adalah perorangan yaitu sebesar 6.463 usaha, yang kedua CV sebesar 846 usaha, dan yang ketiga koperasi yaitu sebesar 235 usaha. Sedangkan menurut golongan, usaha dibedakan menjadi perdagangan besar, menengah, dan kecil yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 20,83 persen, 5,78 persen, dan 11,95 persen dibanding dengan tahun 2004.

B. Ekspor

Dalam upaya mengembangkan ekspor di Kabupaten Tulungagung masih ada kendala yang dihadapi yaitu masih lemahnya daya saing produk ekspor karena belum sesuai dengan mutu internasional. Nilai ekspor Kabupaten Tulungagung pada tahun 2005 mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 50,14 persen, yaitu dari Rp. 6.451.107.000,00 pada tahun 2004 menjadi Rp. 3.216.319.000,00 pada tahun 2005.

Ekspor terbesar dilakukan oleh perusahaan PT Dwi Tunggal Marmer Indah yang memproduksi marmer dengan tujuan negara Korea, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 57 persen dari total nilai ekspor. Kerajinan marmer ini juga merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Tulungagung.

Ekonomi

Dampak krisis moneter yang terjadi selama lebih dari satu tahun telah membawa sebagian besar masyarakat pada kondisi kehidupan sosial ekonomi yang makin memprihatinkan, hal ini ditandai dengan meningkatnya pengangguran, harga barang meningkat, dan daya beli rendah. Dalam kondisi yang demikian memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Kebijakan dimaksud dengan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, sedangkan pengeluaran pembangunan diarahkan pada program proyek prasarana sosial dan program pemulihan kegiatan perekonomian nasional.

A. Keuangan Daerah

Dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka ada juga kewenangan dalam rangka mengatur pelaksanaan pemerintahan di daerah yang berdampak pada keuangan daerah baik mengenai sumber maupun alokasinya.

Cakupan dalam hal ini meliputi pendapatan dari pajak bumi dan bangunan (PBB) yang bersumber dari kantor Pelayanan PBB juga dari Dispenda Provinsi Jawa Timur di Tulungagung. Sedangkan pendapatan TPR bersumber dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Kabupaten Tulungagung. Dalam bab ini tercakup juga realisasi pendapatan dan belanja daerah, serta pendapatan menurut jenis dan tahun anggaran. PBB di sektor perkotaan pada tahun 2005 persentase pemasukan sebesar 89,10 persen, sedangkan di sektor pedesaan persentase pemasukan sebesar 91,98 persen. Pendapatan daerah pada tahun anggaran 2005 sebesar Rp. 30.794.608.658,00.

B. Perbankan

Dalam menghadapi era perdagangan bebas dan globalisasi, peranan perbankan semakin diperlukan. Sebab untuk pergerakan ekonomi suatu daerah diperlukan suatu tempat untuk keluar masuknya dana usaha yang memerlukan waktu yang cepat untuk aliran dananya. Dewasa ini hampir semua perbankan sudah menggunakan fasilitas tersebut.

Data statistik perbankan bersumber dari Bank Indonesia (BI) cabang Kediri, yang mencakup masalah perbankan menurut pendekatan pendapatan dan pendekatan provisi serta jumlah aktiva.

C. Perkoperasian

Salah satu alternatif untuk menggerakkan perekonomian adalah kegiatan Koperasi. Koperasi ini sudah ada sejak lama, dan azasnya sesuai dengan azas masyarakat Indonesia, yaitu azas usaha bersama dlaam rangka mewujudkan kesejahteraan bersama.

Koperasi terdiri atas koperasi primer dan koperasi sekunder. Koperasi primer adalah koperasi yang anggotanya orang seorang di mana wilayah keanggotaannya meliputi satu Kabupaten/Kota dan kewenangan pembinaanya menjadi tanggung jawab Kabupaten/Kota. Sedangkan koperasi sekunder adalah koperasi yang anggotanya terdiri atas koperasi primer dan wilayah keanggotaannya meliputi satu Kabupaten/Kota serta kewenangan pembinaannya menjadi tanggung jawab Kabupaten/Kota.

Data mengenai koperasi bersumber dari Kantor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Tulungagung, yang meliputi jumlah anggota dan modal koperasi menurut Kecamatan serta perkembangan koperasi. Banyaknya koperasi tahun 2005 mengalami kenaikan sebesar 7,28 persen dibandingkan dengan tahun 2004, demikian juga dengan Sisa Hasil Usaha (SHU)-nya mengalami kenaikan sebesar 27,34 persen.

D. Asuransi

Dengan tumbuhnya asuransi yang semakin baik, menunjukkan kesadaran masyarakat akan perlunya perencanaan hidup di kemudian hari. Uang bukan hanya untuk konsumsi sesaat, namu juga untuk investasi di kehidupan yang akan datang. Data mengenai asuransi bersumber dari Asuransi AJB Bumi Putera yang meliputi penerimaan asuransi menurut bulan, jumlah nasabah baru, dan lain-lain, untuk tahun 2005 nasabah baru di Kabupaten Tulungagung sebesar 1.834 orang.

E. Pegadaian

Pegadaian merupakan lembaga di bawah Departemen Keuangan yang berguna untuk membantu masyarakat kecil dalam mengembangkan usahanya ataupun dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan semboyannya “Mengatasi masalah tanpa masalah”, pegadaian berusaha menolong masyarakat untuk menata hidup yang lebih baik, tanpa adanya penyesalan di kemudian hari.

Data mengenai pegadaian bersumber dari Perum Pegadaian Tulungagung, Ngunut, Kalangbret, dan Bandung yang menyajikan data pegadaian tentang kredit, pelunasan, dan lelang. Untuk tahun 2005 ini jumlah kredit, pelunasan dan lelang untuk semua pegadaian di Kabupaten Tulungagung adalah Rp. 20.176.802.000,00, Rp. 18.433.522.000,00, dan Rp. 172.169.000,00.

F. IHK dan Inflasi

Data harga yang disajikan meliputi indeks harga konsumen (IHK) dan angka inflasi. Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator inflasi yang dihitung setiap bulan berdasarkan perkembangan harga barang-barang dan jasa-jasa yang dikonsumsi di Kota Kediri.

Mulai tahun 1999 penghitungan inflasi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di mana inflasi 1 tahun merupakan penjumlahan inflasi 12 bulan, tetapi dihitung poin demi poin. Dalam penghitungan inflasi tahun 2005, digunakan tahun dasar 2002. Pada tahun 2005 inflasi sebesar 16,84 persen terbagi dalam 7 kelompok, di mana inflasi terbesar pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yaitu sebesar 36,51 persen, diikuti dengan kelompok perumahan sebesar 20,69 persen dan yang ketiga kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 14,81 persen.

Industri

A. Industri Pengolahan

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung perusahaan industri kecil dan rumah tangga (IKKR) tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 11,93 persen dengan jumlah industri yang terbanyak pada kelompok barang kayu dan hasil hutan lainnya yaitu sebanyak 2.942 unit, industri ini banyak terdapat di Gondang, Sumbergempol, dan Ngunut dengan jumlah industri masing-masing 1.429 unit, 507 unit, dan 300 unit.

Seiring dengan turunnya jumlah industri kecil dan rumah tangga diikuti juga dengan penurunan jumlah tenaga kerja, untuk tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 6,67 persen dibanding dengan tahun 2004. Sedangkan tenaga kerja banyak yang terserap pada industri barang kayu dan hasil hutan lainnya yaitu sebanyak 6.932 tenaga kerja.

B. Listrik

Penyaluran, listrik di Kabupaten Tulungagung terbagi dalam 3 UPJ yaitu UPJ Tulungagung, UPJ Ngunut, dan UPJ Campurdarat. Kebutuhan listrik di Kabupaten Tulungagung sebagian besar dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan perumahan, jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Tulungagung mengalami kenaikan sebesar 5,35 persen yaitu dari 198.571 pelanggan pada tahun 2004 menjadi 209.196 pelanggan pada tahun 2005. Pada tahun 2005 jumlah KVA terpasang sebesar 165.781.977 KVA, sedangkan jumlah KWH terjual sebesar 193.669.857 KWH.

C. PDAM

Data mengenai di Kabupaten di Tulungagung dikumpulkan dari PDAM Kabupaten Tulungagung, yang mencakup jumlah pelanggan, jumlah dan nilai air minum yang disalurkan.

Kebutuhan air dari tahun ke tahun semakin meningkat sejalan dengan berkembangnya penduduk dan perumahan. Hal ini bisa dilihat dari produksi air minum selama tahun 2005 yang meningkat sebesar 2,25 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pelanggan air minum di Kabupaten Tulungagung sebanyak 14.319 pelanggan. Sedangkan jumlah air yang disalurkan sebesar 2.852.182 m3 dengan nilai Rp. 4.249.700,00.