Jurnalisme Warga

Jurnalisme Warga

adalah kegiatan partisipasi aktif oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi. Ini akan menjadi tren baru tentang bagaimana pembaca membentuk informasi pada masa mendatang.

Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari

Berdikari adalah berdiri di kaki sendiri, dalam artian berusaha sendiri tidak meminta minta bantuan dari siapa siapa. “Tapi kalau Bapak Bupati mau memberi ya kita terima, kalau tidak memberi ya kita tidak mengharapkan, sebab tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah” begitu seloroh Ketua Dekopinda Tulungagung dengan nada menggelitik saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pameran stand Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) kemarin hari Selasa 11 Oktober 2016.

Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi atau FESTIK merupakan satu agenda tahunan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi [RTIK] Indonesia yang didukung penuh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia [Kemkominfo RI] melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika [APTIKA]. Peserta FESTIK adalah RTIK Indonesia, Dishubkominfo dan Diskominfo kabupaten kota seluruh Indonesia, Bupati dan Walikota di Indonesia, kalangan sekolah dan universitas, pegiat TIK, pegiat Desa, Pegiat Literasi Digital, Blogger, pelaku usaha TIK, lembaga pemerintah dan sewasta, dan Pemda dimana FESTIK berlangsung.

MAKSIMALKAN PORTAL JIPP JATIM

Sekitar 100-150 undangan dari berbagai pihak menghadiri Lokakarya Pelayanan Publik Yang Inovatif dan Pengawasan Warga yang diselenggarakan di Aula Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Malang. Selama 2 hari (6-7 Oktober) perwakilan LSM dan Mitra Pembangunan, Jurnalis Warga, Forum Multi Stakeholder, Media Arus Utama, beberapa kab/kota se-Jawa Timur membahas inovasi pelayanan publik yang telah terdokumentasi dan terpublikasi melalui situs Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) Jatim serta upaya-upaya pengawasan terhadap penyelenggaraan inovasi dan replikasinya.

Mendengar namanya saja sudah terlintas di benak kita untuk bersegera mencicipi rasanya seperti apa? namun kalau pepes tentu sudah banyak yang tahu. Pepes adalah salah satu menu kuliner yang cara pengolahannya melalui pengukusan yang disertai beberapa bumbu dan dibungkus dengan daun pisang. Di Indonesia dikenal berbagai macam pepes mulai pepes ikan patin, pepes teri, pepes bandeng, pepes ayam dan pepes mie.

Hal yang umum dan paling utama menjadi permasalahan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah permodalan. Bagaimana ia bisa memulai dan mengembangkan usahanya jika tidak memiliki cukup modal? Pemerintah menangkap titik permasalahan para pengusaha mikro ini, tentunya dengan berbagai program yang di jalankan. Termasuk salah satunya adalah membantu masyarakat dalam hal pengurusan sertipikat tanah.

Ternyata keterampilan masak memasak yang telah kita dapat sejak masih di bangku sekolah dasar dulu sangat bermanfaat kelak kemudian hari. Bahkan untuk bisa membuat sebuah menu makanan yang istimewa itu ada jenjang pendidikan tertentu yang harus di tebus dengan biaya mahal. Itu artinya, bisnis kuliner memang ladang basah dan akan terus menempati posisi terhormat dalam pasar perekonomian.

Ahad malam, 4/9/2016, desa Picisan kecamatan Sendang kabupaten Tulungagung Jawa Timur menghelat pentas kolosal Rampak Lesung 2016 bertempat di Balai Desa Picisan. Sejumlah 30 ibu warga desa menjadi penabuh lesung diiringi tarian teatrikal 12 penari yang terdiri dari anak anak perempuan desa, peserta KKN UNISKA Kediri dan Renata seniman  tari Tulungagung. Pelukis Nurali ikut tampil ekspresif melukis on the spot sepanjang pagelaran durasi sekitar 15 menit. Rampak Lesung desa Picisan berlangsung dramatic. Selesai acara dibuka resmi oleh Muselam kepala desa Picisan, hujan deras campur angin mendadak datang mengguyur lokasi pentas. Ratusan penonton segera bubar mencari tempat berteduh ke rumah rumah warga sekitar lokasi dan sebagian masuk pendapa Balai Desa.