Jurnalisme Warga

Jurnalisme Warga

adalah kegiatan partisipasi aktif oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi. Ini akan menjadi tren baru tentang bagaimana pembaca membentuk informasi pada masa mendatang.

Jalur Tunggal Rogo Mandiri dan Secercah Harapannya

Desa dan masyarakatnya memang harus dibangun. Kita tidak boleh lelah untuk terus menerus membangun desa. Kita harus tetap semangat memperjuangkan kesejahteraan masyarakatnya. Bahkan kita pun tetap dituntut untuk menjadikan desa sebagai subyek pembangunan. Desa bukan obyek. Dari pemantauan yang dilakukan, desa-desa di negeri ini, secara fisik memang masih membutuhkan dukungan dan penataan. Mulai dari infrastruktur jalan yang masih belum licin, lalu soal infrastruktur irigasi yang rata-rata rusak parah, kemudian soal sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, pasar yang belum memadai, hingga ke soal-soal yang terkait dengan nasib dan kehidupan masyarakat desa nya sendiri adalah serangkaian masalah yang harus kita cermati dengan seksama.

Situs Goa Pasir dan Tulungagung Rally History 2016

Tulungagung memiliki salah satu situs yang sangat penting bagi kekayaan sejarah lokal maupun nasional bernama situs Goa Pasir. Secara administratif situs Goa Pasir terletak di desa Junjung kecamatan Sumbergempol dan secara geografis berada di lereng utara pegunungan kapur atau pegunungan Kendeng Tulungagung selatan. Pada Ahad kemarin, 28/2, situs Goa Pasir menyedot perhatian masarakat pecinta sejarah dan kalangan sekolah di Tulungagung karena menjadi tempat berlangsungnya puncak Tulungagung Rally History 2016 yang diikuti 20 SMA/SMK negeri dan swasta di Tulungagung.

Dari Sambijajar Untuk Duta Wisata Indonesia

Seorang yang minder karena merasa seperti ada pembatas antara dirinya dengan orang lain, hanyalah asumsi yang dibuat buat oleh fikiran kita sendiri. Merasakan adanya sesuatu yang kurang bila dibandingkan dengan yang dimiliki orang lain, hanyalah monster ilusi yang diciptakan oleh bawah sadar. Dan itu jelas sangat merugikan diri sendiri, membuat kita tak dapat menghargai diri sendiri, atas apa yang telah di anugerahkan oleh sang pencipta.

Mengukir Kulit untuk Wayang Kulit

Mas Didik, itu namanya. Pria berusia 30 tahun asal Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung ini sudah menekuni profesinya sebagai tukang tatah wayang kulit sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ia mengaku menyukai wayang kulit sejak masih Sekolah Dasar, lalu iseng-iseng menggambar tokoh-tokoh wayang di atas kertas gambar. Kesukaannnya itu terus dikembangkan, sampai akhirnya ia mendapat tawaran dari salah seorang temannya untuk membuat wayang beneran dari bahan kulit kerbau.

Pena Ananda dan Salto Suguhkan Pesta Untuk Anak

Lebih dari 100 anak PAUD dan SD, didampingi lebih dari 50 orang tua orang dan guru, kemarin Minggu (22/11) mengikuti Pesta Kreativitas Ananda yang diselenggarakan Sanggar Kepenulisan PENA ANANDA CLUB dan Kelompok Belajar Salto. Area Salto yang berupa alam terbuka, dilintasi sungai, bersebelahan dengan hutan, sangat menyenangkan untuk gelar kegiatan berdesain cluster kreatif. Pesta kreativitas yang digagas PENA ANANDA CLUB dan diselenggarakan secara mandiri ini menjadi penanda Hari Anak Universal 2015 di Kabupaten Tulungagung.

Inggit Garnarsih, Karya Monolog Rasa Cinta

“Lahir batinku benar-benar terbawa oleh arus perjuangan semenjak aku menjadi istri Sukarno.” Terik matahari jelang pukul 15.00, meski peluh bercucuran, tak goyahkan puluhan sorot mata memandang satu bagian pelataran kampus Universitas Tulungagung, Jumat (10/10/15). Lantang suaranya, mantap lagaknya, perempuan berkebaya encim memerankan Inggit Garnasih dalam sebuah pertunjukan monolog, pun menghipnotis panggung Festival Bonorowo Menulis 2015.

Yayasan Langit Biru Beri Bantuan Dana Untuk FBM 2015

Dukungan  terhadap Gerakan Tulungagung Menulis yang akan menghelat Festival Bonorowo Menulis (FBM) 2015 kembali datang. Kali ini dari para alumni SMPP (Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan) Tulungagung angkatan ‘81 yang anggotanya tersebar di berbagai kota di Indonesia. Sabtu siang kemarin, 19/9, tiga orang perwakilan Alumni SMPP ’81 (selanjutnya ditulis Alumni ’81), secara langsung berkunjung ke sekretariat FBM 2015, menyampaikan bantuan dana tahap pertama, khususnya dana bantuan melalui Yayasan Langit Biru.