Jurnalisme Warga

Jurnalisme Warga

adalah kegiatan partisipasi aktif oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi. Ini akan menjadi tren baru tentang bagaimana pembaca membentuk informasi pada masa mendatang.

Dari Sambijajar Untuk Duta Wisata Indonesia

Seorang yang minder karena merasa seperti ada pembatas antara dirinya dengan orang lain, hanyalah asumsi yang dibuat buat oleh fikiran kita sendiri. Merasakan adanya sesuatu yang kurang bila dibandingkan dengan yang dimiliki orang lain, hanyalah monster ilusi yang diciptakan oleh bawah sadar. Dan itu jelas sangat merugikan diri sendiri, membuat kita tak dapat menghargai diri sendiri, atas apa yang telah di anugerahkan oleh sang pencipta.

Mengukir Kulit untuk Wayang Kulit

Mas Didik, itu namanya. Pria berusia 30 tahun asal Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung ini sudah menekuni profesinya sebagai tukang tatah wayang kulit sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ia mengaku menyukai wayang kulit sejak masih Sekolah Dasar, lalu iseng-iseng menggambar tokoh-tokoh wayang di atas kertas gambar. Kesukaannnya itu terus dikembangkan, sampai akhirnya ia mendapat tawaran dari salah seorang temannya untuk membuat wayang beneran dari bahan kulit kerbau.

Pena Ananda dan Salto Suguhkan Pesta Untuk Anak

Lebih dari 100 anak PAUD dan SD, didampingi lebih dari 50 orang tua orang dan guru, kemarin Minggu (22/11) mengikuti Pesta Kreativitas Ananda yang diselenggarakan Sanggar Kepenulisan PENA ANANDA CLUB dan Kelompok Belajar Salto. Area Salto yang berupa alam terbuka, dilintasi sungai, bersebelahan dengan hutan, sangat menyenangkan untuk gelar kegiatan berdesain cluster kreatif. Pesta kreativitas yang digagas PENA ANANDA CLUB dan diselenggarakan secara mandiri ini menjadi penanda Hari Anak Universal 2015 di Kabupaten Tulungagung.

Inggit Garnarsih, Karya Monolog Rasa Cinta

“Lahir batinku benar-benar terbawa oleh arus perjuangan semenjak aku menjadi istri Sukarno.” Terik matahari jelang pukul 15.00, meski peluh bercucuran, tak goyahkan puluhan sorot mata memandang satu bagian pelataran kampus Universitas Tulungagung, Jumat (10/10/15). Lantang suaranya, mantap lagaknya, perempuan berkebaya encim memerankan Inggit Garnasih dalam sebuah pertunjukan monolog, pun menghipnotis panggung Festival Bonorowo Menulis 2015.

Yayasan Langit Biru Beri Bantuan Dana Untuk FBM 2015

Dukungan  terhadap Gerakan Tulungagung Menulis yang akan menghelat Festival Bonorowo Menulis (FBM) 2015 kembali datang. Kali ini dari para alumni SMPP (Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan) Tulungagung angkatan ‘81 yang anggotanya tersebar di berbagai kota di Indonesia. Sabtu siang kemarin, 19/9, tiga orang perwakilan Alumni SMPP ’81 (selanjutnya ditulis Alumni ’81), secara langsung berkunjung ke sekretariat FBM 2015, menyampaikan bantuan dana tahap pertama, khususnya dana bantuan melalui Yayasan Langit Biru.

FBM 2015 Ajak Para Penulis Kembali Ke Akarnya

Sabtu kemarin, 12/9, Yusron Aminulloh tokoh Literasi nasional asal Jombang Jatim berkunjung ke Tulungagung. Sosok yang selalu menebar energi positif Literasi di tiap tempat kunjungan ini pertama hadir mengudara selama satu jam di radio LIIUR FM Tulungagung dalam acara Pojok Literasi. Kemudian lanjut berkunjung ke Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club Tulungagung di selatan pasar kuliner desa Bangoan, Kedungwaru Tulungagung, bertemu para pegiat Literasi Tulungagung dan para relawan Festival Bonorowo Menulis [FBM] 2015.

Pemkab Tulungagung Berterimakasih

Website desa adalah mandat UU Desa, karena itu pemerintah wajib mengimplementasikan.  Supriyono, SE, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung menyampaikan hal ini usai penutupan KKN STKIP PGRI Tulungagung di Lapangan Besuki, Selasa (8/9). Namun karena keterbatasan Pemkab Tulungagung, maka tidak bisa menerapkan secara sertamerta dan menyeluruh.