BERITA TERKINI
Home / Tulungagung Update / Perjalanan Panjang Sugiyem Melawan Kanker

Perjalanan Panjang Sugiyem Melawan Kanker

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah memberikan banyak manfaat bagi pesertanya. Salah satu peserta yang telah merasakan manfaat menjadi peserta JKN-KIS adalah Sugiyem (63), warga Dusun Mekarsari, Tunggulsari, Kabupaten Tulungagung. Ibu 4 orang anak ini merupakan penderita kanker payudara stadium 3 yang hingga saat ini masih menjalani perawatan.

Sugiyem bercerita, penyakit yang telah menggerogotinya ini baru disadari pada tahun 2015. Saat itu, ia sering merasa nyeri di bagian payudaranya, dan ketika diraba ternyata ada benjolan. Karena khawatir, akhirnya Sugiyem memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyatakan Sugiyem mengidap kanker payudara stadium 3. Hal ini membuat Sugiyem merasa putus asa, tidak hanya penyakitnya yang sudah mencapai stadium 3, namun juga biaya berobat yang akan dikeluarkan untuk penyakitnya tersebut. Oleh karena alasan biaya berobat yang mahal, Sugiyem dan keluarga memutuskan untuk melakukan pengobatan melalui pengobatan alternatif.

Seiring berjalannya waktu, kesembuhan kanker payudara Sugiyem tidak menunjukkan peningkatan yang berarti, hingga akhirnya pada tahun 2016 keluarga Sugiyem mengetahui bahwa orang tua peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) dapat didaftarkan menjadi keluarga tambahan peserta PPU dengan iuran sebesar 1%. Kemudian salah satu putra Sugiyem yang telah terdaftar menjadi peserta PPU mendaftarkan Sugiyem sebagai keluarga tambahan dengan hak kelas perawatan kelas II.

“Kami berinisiatif untuk segera mendaftarkan Ibu ke BPJS Kesehatan, harapannya dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan dapat membantu pengobatan ibu, karena takut dengan biaya yang mahal di Rumah Sakit,” ujar Arum Sugiarti, putri Sugiyem yang saat itu mendampingi.

Setelah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, Sugiyem memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan kanker payudaranya pada awal tahun 2017. Tidak berhenti di situ, Sugiyem diharuskan menjalani proses kemoterapi. Pada saat itu, kemoterapi yang dijalani Sugiyem sebanyak tiga kali. Tidak lama berselang, karena sesuatu hal Sugiyem harus menjalani operasi yang kedua. Sugiyem menggunakan KIS miliknya untuk menjalani operasinya yang kedua. Sama dengan sebelumnya, Sugiyem harus menjalani proses kemoterapi, namun kali ini lebih banyak yaitu sebanyak 6 kali. Dan selanjutnya Sugiyem direncanakan untuk menjalani pengobatan dengan cara laser oleh dokter.

“Alhamdulillah Ibu tetap dapat melanjutkan pengobatannya sampai menjalani 2 kali operasi pengangkatan kanker payudara stadium 3. Ibu juga sudah menjalani 9 kali kemoterapi tanpa dipungut biaya sama sekali oleh rumah sakit. Terima kasih JKN-KIS, semoga program ini bisa terus berjalan membantu kami masyarakat yang sedang membutuhkan,” ucap Arum.

Baca Juga

Pelantikan Pengurus PMII Tulungagung

Rabu (11/7), bertempat di halaman Kantor PC. NU Jl. Patimura Gg. II No. 9 Gedangsewu …