BERITA TERKINI
Home / Tulungagung Update / TIM BNN Kabupaten Tulungagung Menangkap Pelaku Yang Menguasai Narkoba Jenis Sabu

TIM BNN Kabupaten Tulungagung Menangkap Pelaku Yang Menguasai Narkoba Jenis Sabu

Masalah penyalahgunaan Narkoba bukan merupakan permasalahan yang harus dibebankan pada aparat penegak hukum saja dalam hal ini BNN Kabupaten Tulungagung, namun upaya pemberantasannya harus didukung dan dibantu oleh masyarakat yang anti penyalahgunaan narkoba.

Perang terhadap peredaran narkoba secara tegas disampaikan oleh Kepala BNN Kabupaten Tulungagung AKBP Djoko Poernomo, SH, MH saat memberikan press release di ruang rapat kantor BNN Kabupaten Tulungagung.  Implementasi perang terhadap kejahatan narkoba yang luar biasa (extraordinary crime) saat ini harus dilakukan secara bersama oleh seluruh komponen masyarakat dan pemerintah di berbagai lintas sektor.

Upaya Djoko dalam memberantas laju penyalahgunaan narkotika di Tulungagung menerapkan program yang seimbang pada aspek supply reduction dan demand reduction yang artinya memutus mata rantai pemasok narkoba mulai dari produsen sampai ke jaringan pengedarnya dan menghentikan laju pengguna narkobanya, kata pria yang sangat ceria ini.

Selain itu BNNK Tulungagung yang diserahi tugas menangani penanggulangan narkoba semakin gigih melakukan berbagai kegiatan strategis untuk menggerakan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat melalui upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaraan Gelap Narkoba (P4GN) di seluruh wilayah Kecamatan se-Kabupaten Tulungagung.

Dalam awal tahun 2018 BNN Kabupaten Tulungagung di bawah kendali Djoko Poernomo, telah melaksanakan penyelidikan selama tiga bulan dan akhirnya berhasil menangkap pelaku penguna sekaligus pengedar narkoba.

Sebagaimana pada hari Rabu tanggal 4 April 2018 BNN Kabupaten Tulungagung menangkap tangan warga yang memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika golongan I jenis sabu. Adapun kronologis kejadiannya adalah sebagai berikut:

  1. BNN Kabupaten Tulungagung mendapat informasi, berdasarkan informasi tersebut dilakukan penangkapan terhadap MB dan AF, jenis kelamin laki-laki,  keduanya beralamatkan di Desa Tawangreja, Kecamatan Wonodadi Blitar,  di Jembatan Bulusari Desa Kedungwaru. Diamankan barang bukti sabu 5,08 gram dan pil dobel L sebanyak 20.000 butir, HP Samsung, buku tabungan Bank Mandiri, sepeda motor dan uang Rp. 350.000,-.
  2. Selanjutnya dikembangkan dengan penangkapan DK di Desa Jabalsari Sumbergempol,  dilanjutkan penggeledahan rumah DK di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut dengan barang bukti sabu seberat 378,55 gram, pil dobel L sebanyak 2.149 butir, HP, sepeda motor Suzuki, buku tabungan BCA, ATM BCA, dan timbangan digital.
  3. Lalu dikembangkan lagi dengan penangkapan AW juga di Desa Ngunut yang merupakan  merupakan penyandang dana dengan barang bukti pipa bong, korek api, timbangan digital, HP Asus.

Dari penangkapan ini, penyidik masih melakukan pendalaman identitas pelaku dan tempat kejadian perkara untuk mengungkap jalur edar dan siapa bandarnya. Perbuatan pelaku tersebut melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 114 sub Pasal 112 dengan ancaman hukuman 10 tahun. (Diskominfo)

Baca Juga

Advokasi Pembentukan Desa Pangan Aman

Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait bahan makanan, maka Balai Besar Pengawas Obat dan …