BERITA TERKINI
Home / KESEHATAN / ORI, Pencegahan Meluasnya Difteri

ORI, Pencegahan Meluasnya Difteri

Tidak ingin kecolongan kasus difteri yang kian merebak, Pemkab Tulungagung melalui Dinas Kesehatan dengan sigap melaksanakan ORI atau Outbrake Response Immunization, yaitu kegiatan imunisasi massal pasca kejadian KLB untuk meningkatkan kekebalan tubuh di wilayah yang ditemukan minimal 1 kasus tersangka difteri,  adapun sasaran dari imunisasi ini adalah mereka dalam rentang usia 1 hingga 19 tahun. Meski Tulungagung tidak termasuk dalam kabupaten/kota yang  harus melakukan ORI sewilayah kabupaten, tetapi tetap wajib melaksanakan ORI se wilayah kerja kecamatan di mana suspek tinggal.

Seperti disampaikan Anna Sapti Saripah, S.KM, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, hingga tanggal 18 Januari 2018 cakupan pelaksanaan ORI untuk pencegahan meluasnya difteri sudah mencapai 85% dan akan dituntaskan sampai akhir Januari 2018 ini. Jumlah kasus difteri di Tulungagung pada bulan desember ada empat kasus yang berasal dari kecamatan Rejotangan, Kecamatan Ngunut, Kecamatan Sumbergempol dan Kecamatan Karangrejo, sehingga keempat wilayah itulah yang dinyatakan wilayah KLB Difteri dan dijadikan sasaran tindakan imunisasi.

Adapun upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dalam mengatasi kasus difteri ini adalah sebagai berikut:

  • Penemuan dan penatalaksanaan dini kasus difteri
  • Semua kasus difteri dirujuk ke RSUD dr. Iskak dan dirawat di ruang isolasi
  • Pengambilan spesimen dari kasus dan kasus kontak erat dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Provinsi Jawa Timur.

Dari keseluruhan data yang dihimpun, tidak ditemukan adanya kematian yang terjadi dari keseluruhan kasus difteri. (KOMINFO)

Baca Juga

Banyak Kanal Informasi dan Pengaduan

Sejak transformasi BPJS Kesehatan Center menjadi Layanan Informasi dan Pengaduan Rumah Sakit, BPJS Kesehatan Cabang …