BERITA TERKINI
Home / SOSIAL KEMASYARAKATAN / Pembentukan Kampung Siaga Bencana Desa Tugu

Pembentukan Kampung Siaga Bencana Desa Tugu

Dibentuknya kampung siaga bencana adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih siap siaga untuk menghadapi kerawanan kerentanan dan resiko bencana.

Dalam acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 29 Nopember 2017, hadir sekretaris Daerah Kabupten Tulungagung, Pejabat OPD dilingkup Pemda, Muspika, Kepala Desa se Kecamatan Sendang, Tagana, pekerja sosial dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutan ketua panitia Dra.Restu Nofi Widiani,MM Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur mengatakan tujuan diadakan “Kampung Siaga Bencana / KSB” di Desa Sendang, Desa Krosok, Desa Tugu, Desa Nyawangan, Desa Picisan Kecamatan Sendang yaitu melembagakan proses kegiatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat, mengorganisir potensi masyarakat terlatih siaga bencana dan tersedianya petugas / masyarakat agar mampu mengelola sumber daya manusia, wilayah, potensi dalam penanggulangan bencana.

Restu Nofi Widiani juga menyampaikan pelaksanaan pembentukan KSB selama tiga hari sejak tanggal 27 s/d 29 Nopember 2017 bertempat di balai desa Tugu Kecamatan Sendang yang meliputi :

  1. Kegiatan penyuluhan peserta 100 orang.
  2. Kegiatan latihan peserta 60 orang.
  3. Kegiatan simulasi peserta 250 orang.

Sumber dana pembentukan KSB dari DIPA Dekonsentrasi Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur tahun anggaran 2017 dengan total bantuan senilai Rp.78.874.731,00 yang berbentuk barang berupa : Matras 100 lembar, Selimut 100 lembar, Family Kid 18 Paket, Tenda keluar 2015 5 Unit, Tenda Keluarga Payung 1 Unit dan Tenda Serbaguna 1 Unit.

Sementara sambutan Sekda Kabupaten Tulungagung Ir.Indra Fauzi yang mewakili Bupati Tulungagung mengatakan Bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat, bisa disebabkan oleh faktor alam atau non alam maupun oleh manusia sendiri. Sehingga menimbulkan korban manusia, kerusakan lingkungan dan kerugian harta benda.

Masih menurut beliau daerah Kabupaten Tulungagung merupakan daerah rawan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gelombang pasang dan bencana kekeringan.

Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja melainkan harus melibatkan semua pihak, oleh karena itu pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur dan masyarakat yang peduli terhadap bencana.

Dengan diadakan kegiatan Kampung Siaga Bencana (KSB) diharapkan meningkatkan kapasitas masyarakat lebih siap untuk menghadapi kerentanan dan resiko bencana sehingga masyarakat yang tinggal didaerah bencana dapat melakukan penanggulangan dengan tepat, cepat dan tanggap dengan semangat gotong royong.

Dibentuknya KSB dapat meningkatkan rasa kebersamaan, kesadaran saling andarbeni dengan saling asah dan asuh akhirnya terwujud masyarakat ayem tentrem mulyo lan tinoto. ( DISKOMINFO )

 

 

Baca Juga

Pelantikan Anggota PPK

Sebagai Garda terdepan untuk pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Bupati di tingkat kecamatan tidaklah mudah bagi …