BERITA TERKINI
Home / Tulungagung Update / Dandim Tulungagung Dampingi Jendral (purn) Moeldoko Sarapan dengan Petani Desa Ngrendeng

Dandim Tulungagung Dampingi Jendral (purn) Moeldoko Sarapan dengan Petani Desa Ngrendeng

Dalam kunjungan itu, Moeldoko yang juga ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berjanji akan melakukan perubahan yang radikal, untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kehadiran HKTI bukan semata-mata hanya menyebarkan pamflet, namun juga secara langsung memberikan manfaat bagi petani.

”Kita ingin membuat perubahan yang radikal dan kehadiran HKTI di tengah petani itu betul-betul mempunyai makna,” ujar mantan Panglima TNI itu.
Perubahan yang dimaksud ialah perubahan yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani melalui program yang dilakukan oleh HKTI.

“Intinya adalah kita ingin mau meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuhnya.

Program yang dijanjikan oleh HKTI, salah satunya ialah pemberian bantuan benih dan pupuk. Petani diberikan benih dan di pinjami pupuk yang dibayar setelah panen. Selama proses penanaman, petani akan didampingi oleh penyuluh pertanian yang ditunjuk oleh HKTI.

”Petani harus manut pada pendamping, jangan ngeyel, jika ada masalah hama segera laporkan ke pendamping biar segera dicarikan solusi,” katanya lebih lanjut.

Terakhir, dirinya mengatakan petani tidak boleh hak-haknya dirampas dengan pembatasan untuk menjual hasil panen mereka, untuk persoalan harga itu pasar yang menentukan. Petani mempunyai hak untuk menjual dengan sebebas-bebasnya. Dirinya berjanji akan membeli panen petani dengan harga 10% lebih tinggi dari ketentuan pemerintah melalui Bulog.

“Untuk beras hasil panen petani akan saya beli lebih tinggi 10% dari harga yang dibutuhkan oleh Bulog,” tandas Moeldoko.

Untuk diketahui, Harga Pokok Pembelian (HPP) Pemerintah sekitar Rp. 3.700 yang sudah meningkat menjadi sekitar Rp. 4. 070/kilo.

Dalam acara itu, Moeldoko juga menyempatkan sarapan bareng dengan sekitar 50 petani. Acara yang digelar ditengah sawah Dusun Gatak, Ngrendeng kecamatan Gondang itu juga dihadiri oleh Dandim 0807/Tulungagung, Letkol Czi H Agung Isa Rakhman, SH.

Dalam acara yang digelar di tengah persawahan itu, juga dipaparkan istilah 3M untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 3M itu ialah Mudah, Murah dan Melimpah. Mudah artinya pertanian sekarang lebih mudah lantaran di dukung oleh teknologi, Murah, biaya tanam dipastikan lebih murah dan terakhir melimpah hasil panennya.

Baca Juga

Pembentukan Kampung Siaga Bencana Desa Tugu

Dibentuknya kampung siaga bencana adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih siap siaga untuk menghadapi …