Home / KESEHATAN / Tulungagung Menuju Kabupaten Sehat Tingkat Nasional 2017

Tulungagung Menuju Kabupaten Sehat Tingkat Nasional 2017

Dengan jumlah penduduk sebesar 1.095.271 serta rasio ketergantungan sebesar 42,75% atau diantara 100 penduduk, ada 43 penduduk non produktif, hal ini merupakan “Bonus Demografi” bagi Kabupaten Tulungagung. Dengan keadaan seperti ini, maka harus disikapi melalui program-program strategis seperti program pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Dari data demografi tersebut menunjukan betapa pesatnya pertumnuhan pendudukTulungagung. Disamping sebagai sumbe daya manusia, jumlah tersebut juga merupakan sumber permasalahan, seperti masalah kesehatan, kepadatan lalu lintas, pencemaran udara, perumahan yang kurang sehat serta pelayanan umum yang kurang layak. Belum lagi masalah kriminalitas, kekerasan serta penggunaan obat-obatan terlarang. Demikian penjelsan Bupati Tulungaung Syahri Mulyo, SE. MSi membuka sambutannya pada saat menerima Tim Verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Nasional Tahun 2017 Kamis, 5 Oktober 2017 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Guna mengatasi permasalahan sosial yeng mencuat di masyarakat bukanlah perkara mudah, dibutuhkan sinergitas atau kemitraan antara Pemerintah, swasta dan masyarakat. Sedangkan bentuk kemitraan itu melalui pembentukan Forum Kabupaten Sehat yang sudah dirintis sejak tahun 2002. Berdasarkan data dari BPS, angka Harapan Hidup meningkat dari 73,28 tahun pada tahun 2015 menjadi 73,30 tahun pada tahun 2016. Kenaikan ini menunjukan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Secara umum kualitas pembangunan manusia yang diukur melalui Indek Pembangunan Manusia (IPM) menunjukan peningkatan, yakni tahun 2015 sebesar 70,07 meningkat menjadi 70,82 pada tahun 2016. Untuk bidang kesehatan, kabupaten Tulungagung memiliki program unggulan diantaranya adalah Publik Safety Center (PSC) yakni Pelayanan yang terintegrasi tidak hanya dari sisi kesehatan, namun juga penanganan kegawat daruratan yang ada di Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), Damkar di Satpol PP. Kesemuanya terhubungan pada Call Center di RSUD dr. Iskak, lebih luas lagi sistem yang dikembangkan secara terpadu mulai dari Pra Rumah Sakit, Intra Rumah Sakit serta Antar Rumah Sakit, yang didukung dengan sejumlah armada Ambulan TEMS (Tulungagung Emergency Medical Service) yang memadai. Hal ini merupakan upaya pendekatan pelayanan kepada masyarakat guna mengurangi resiko kecacatan dan kematian.

Seperti disampaikan Bupati Tulungagung, pada prinsipnya Kabupaten Tulungagung siap untuk diverifikasi. Selanjutnya Tim beserta anggota akan melakukan peninjauan lapangan secara langsung dan berdiskusi dengan Pokja Desa Sehat serta pelaksanaan Program yang berkaitan dengan Program Kabupaten Sehat.(DISKOMINFO)

Baca Juga

Gelar Pameran Agribisnis 2017