Home / PRODUK UNGGULAN / Surplus Beras dan Jagung di Tulungagung

Surplus Beras dan Jagung di Tulungagung

Bukan hanya beras dan jagung saja yang surplus diTulungagung, namun juga komoditi daging dan gula. Adapun untuk  komoditi beras mengalami surplus sebesar 85.605,67 ton, sedangkan jagung surplus sebesar 252.494,82 ton. Angka-angka surplus tersebut disampaikan oleh BUpati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, MSi pada saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Dan Sosialisasi Program Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Tahun 2017 yang berlangsung pada hari Selasa, 29 Agustus 2017 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Capaian pembangunan pangan di Kabupaten Tulungagung untuk 5 komoditas strategis selalu mengalami surplus kecuali kedelai yang memang merupakan tanaman sub tropis dan secara analisa usaha tani kurang menguntungkan.

Kegiatan Rakor dan sosialisasi ini dihadiri oleh Camat, Danramil, Penyuluh Pertanian Lapangan/PPL, Mantri Tani, Ketua Gapoktan Dan KTNA se kabupaten Tulungagung, selain juga anggota komisi B DPRD Tulungagung. Dengan menghadirkan narasumber baik dari Dewan Ketahanan Pangan Pusat maupun Dewan Ketahanan Pangan Provinsi. Adapun rakor dan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan, dimana dalam pelaksanaanya diperlukan kerja sama dari beberapa unit kerja terkait, maupun antar sektor yang terkait dengan pangan.

Dalam laporan ketua penyelenggara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Sigit Setiawan, MM menyampaikan bahwa harapan dari diselenggarakan rakor dan sosialisasi Program Dewan Ketahana Pangan ini diantaranta adalah terwujudnya koordinasi dan sinergitas unit kerja terkait dalam peningkatan produksi pangan yang bertumpu pada sumberdaya kelembagaan dan budaya lokal disamping juga bertujuan untuk terwujudnya koordinasi dan sinergitas unit kerja terkait dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan lahan prodktif.

Salah satu narasumber yakni Ketua Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Prof.Dr.Ir Nuhfil Hanani, AR, MS mengatakan hendaknya masyarakat mulai bisa mengurangi ketergantungan pada nasi sebagai satu-satunya makanan pokok. Upaya ini bisa dilakukan diantaranya dengan makan nasi hanya 2 kali sehari, yakni saat sarapan dan makan siang, sedangkan malamnya harinya sudah tidak lagi mengkonsumsi nasi, mungkin hanya sayur dan buah atau tetap bisa makan seperti biasa namun untuk nasinya bisa digantikan dengan sumebr karbohidrat yang lainnya. Dengan begitu upaya penganekaeagaman pangan bisa segera tercapai.

Sedangkan Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Pusat Ir. Rahmi Winarni, SE, MSi mengatakan bahwa tugas dari Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota diantaranya adalah merumuskan kebijakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan daerah, membantu dalan mempersiapkan pertanggung jawaban kepala daerah dalam bidang ketahanan pangan kepada legislatif dan masyarakat serta melaksanakan sistem pendataan dan informasi pangan dan gizi sebagai isyarat dini atau early warning system untuk antisipasi kerawanan pangan dan gizi masyarakat. (DISKOMINFO)

Baca Juga

Gelar Pameran Agribisnis 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + one =