Home / KESEHATAN / Public Expose Capaian Program JKN-KIS

Public Expose Capaian Program JKN-KIS

Bertempat di Hotel Istana Tulungagung, Selasa 22 Agustus 2017 berlangsung Public Expose Capaian Program JKN-KIS Dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia. Acara yang diselenggarakan oleh Kantor BPJS Kesehatan Tulungagung yang membawahi wilayah Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan dihadiri oleh insan pers baik media cetak maupun elektronik berlangsung sekitar 2 jam. Selain paparan yang disampaikan oelh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung Santhu Harianja, juga dibuka sesi tanya jawab bagi para sosialisasi. Acara Publim Expose ini sendiri diselenggarakan secara serentak diseluruh Indonesia di masing-masing kantor cabang.

Dalam paparannya Santhu Harianja mengatakan bahwa capaian kinerja Program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung sendiri yang mencakup Kabupaten Tulungagung, Trenggalek dan Pacitanterus mengalami peningkatan. Sampai dengan 18 Agustus 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung mencapai 1.158.444 jiwa. Termasuk didalamnya peserta yang didaftrarkan diintegrasikan dengan program JKN-KIS oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebanyak 9.445 jiwa, Pemerintah Kabupaten Trenggalek sebanyak 11.999 jiwa dan Pemerintah Kabupaten Pacitan sebanyak 7.862 jiwa melalui Program PBI APBD.

Implementasi program JKN-KIS yang baru berjalan 3,5 tahun, nyatanya tidak hanya berdampak terhadap pelayanan kesehatan tetapi juga perekonomian. Menurut penelitian LPM FEB Universitas Indonesia, kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian di Indonesia ditahun 2016 sebesar 152,2 triliun dan di tahun 2021 bisa mencapai 289 triliun. Program ini meningkatkan anaka harapan hidup masyarakat Indonesia mencapai 2,9 tahun.

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayann serta mempercepat cakupan kepesertaan, berbagaiinovasi dan terobosan dilakukan untuk dapat memenuhi target tersebut. Masyarakat yang sebelumnya dapat melakukan pedaftaran di Kantor Cabang, Kantor layanan Operasional Kabupaten/Kota, website dan Bank Mitra yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kini pendaftaran juga dapat dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. Tak cukup sampai disiti, kini BPJS Kesehatan juga mengembangkan pendaftaran melalui Sistem Dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan dan Kantor Kecamatan, Pendaftaran melalui PPOB/mitra Kerja BPJS Kesehatan, melalui Kader JKN serta pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN. Pendaftaran melalui mitra kerja juga tengah dikembangkan dengan membuka Point of Service di pusat perbelanjaan seperti mall dan tempat perbelanjaan lainnya.

Dalam sesi tanya jawab yang dibuka bagi insan pers yang mengikuti kegiatan Publik Expose ini selain ditanyakan tentang capaian juga ditanyakan pula kendala serta terobosan yang dilakukan BPJS Kesehatan dalam menghadapi permasalahan diantaranya adanya tunggakan dari para peserta, diantara dengan menelepon peserta yang mengunggak sehari 5 orang penunggak. Dari upaya tersebut diharapkan para penunggak bisa segera memenuhi kewajibannya. Disamping itu juga pertanyaan tentang mutu pelayanan dari faskes atau fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang apabila ditemukan faskes yang memberikan pelayanan tidak sesuai dengan ketentuan seperti misalnya jam praktek yakni jam 08.00-12.00 yang tidak terpenuhi, maka peserta bisa menyampaikan ketidak nyamanan kepada Kantor BPJS kemudian akan dilakukan tindakan dari teguran hingga pemutusan kerja sama dengan faskes dimaksud. (DISKOMINFO)

Baca Juga

Luber Jurdil Untuk Pilkada Bersama 2018

Tekad menjadikan Pilkada serentak menjadi Pilkada Damai rupanya menjadi keinginan semua pihak, hal ini terlihat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + ten =