Home / KESEHATAN / Lindungi Buah Hati Dengan Imunisasi Rubella

Lindungi Buah Hati Dengan Imunisasi Rubella

Sehat merupakan hak anak hal ini tertuang dalam UU Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002 “Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial” serta UU Kesehatan No. 36 tahun 2009 “Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak”. Berangkat dari UU tersebut maka pada bulan Agustus-September 2017 akan dilaksanakan Imunisasi Rubella di seluruh wilayah Indonesia. Untuk Kabupaten Tulungagung sendiri sudah dilakukan berbagai kesiapan diantaranya sosialisasi yang dilaksanakan pada hari Kamis 20 Juli 2017 bertempat di Hotel Narita yang terletak di Jln. KH Agus Salim No.87-89 Tulungagung. Kegiatan diikuti oleh dokter-dokter Puskesma, PKK, Persit Kartika, Bhayangkari serta OPD terkait.

Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Anna Sapti Saripah, S.Km Kabid Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit menyampaikan bahwa jumlah sasaran imunisasi rubella sebanyak 251.604 anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, atau usia bayi hingga usia anak SMP. Jadi meski usia sdh lebih dari 15 tahun namun masih duduk dibangku SMP tetap mendapatkan imunisasi rubella. Sedangkan target atau cakupannya adalah 95% dengan harapan seluruh elemen masyarakat berjuang untuk ikut mensukseskan imunisasi rubella kali ini.

Untuk mengantisipasi adanya penolakan terhadap imunisasi rubella yang mungkin muncul di sekolah dan pondok, dalam hal ini nantinya Tim dari Provinsi akan turun tangan secara langsung untuk meyakinkan kepada sasaran tentang pentingnya imunisasi rubella bagi anak Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Satriyo Wibowo, S.Km. Menjawab pertanyaan peserta sosialisasi tentang mengapa imunisasi hanya diberikan kepada bayi hingga anak usia 15 tahun dijelaskan hal tersebut berkenaan dengan kemampuan pemerintah serta kemampuan memproduksi vaksin.

Seluruh peserta sosialisasi baik para dokter Puskesmas yang merupakan garda depan suksesnya gerakan imunisasi maupun para peserta lintas sektor begitu antusias mengikuti kegiatan sosialisasi yang menghadirkan narasumber dr. Zahrotul Aini, Sp.A. Dijelaskan bahwa campak merupakan penyebab kematian ke 5 pada anak, maka imunisasi merupakan upaya pencegahan paling efektif. Selanjutnya dr. Zahrotul Aini menjelaskan secara tehnis tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh puskesmas saat pelaksanaan imunisasi yang akan dilaksanakan di bu

lan Agustus-September 2017 yang akan datang. Adapun pembagiannya bulan Agustus untuk pelaksanaan di sekolah-sekolah dengan cakupan anak sekolah serta bulan September untuk sasaran Posyandu. (DISKOMINFO).

Baca Juga

Bendosari Ngantru Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

Dengan hanya membayar iuran sebesar 8.300 rupiah seluruh perangkata desa, BPD serta RT-RW se desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + fourteen =