Home / KESEHATAN / Kampanye Imunisasi Measles Rubella

Kampanye Imunisasi Measles Rubella

Measles Rubella atau campak adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus campak dan rubella. Campak dan rubella merupakan penyakit yang sangat menular. Anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah diimunisasi campak dan rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit campak dan rubella memiliki resiko tinggi tertular penyakit ini. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Rubella biasanya merupakan penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dab rubella. Satu vaksin untuk mencegah dia penyakit sekaligus.

Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian Rubella/Congenital Rubella Syndroma pada tahun 2020. Kasus campak dan rubella masih banyak ditemukan di Indonesia. Untuk itu diperlukan upaya percepatan untuk dapat mencapai target eliminasi penyakit campak dan rubella. Salain satu strategi yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah pemberian kampanye imunisasi tambahan campak dan rubella dengan sasaran usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun secara bertahap dalam 2 fase, fase satu pada bulan Agustus – September 2017 dan  di seluruh pulau Jawa dan fase dua pada bulan Agustus – September 2018 di seluruh Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Mochamad Mastur,MM melalui  Anna Sapti Saripah, S.KM  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (24/5)bahwa Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun selama kampanye Imunisasi MR pada bulan Agustus berbarengan dengan pemberian Vitamin A dosis tinggi. Imunisasi sendiri bisa didapatkan di sekolah-sekolah, Puskesmas, Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya. Selanjutnya diberikan secara rutin untuk anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi campak.

Sebelum mengkhiri kegiatan sosialisasi POPM Kecacingan pada Lintas Sektor dan Lintas Program, Anna juga berpesan kepada seluruh peserta sosialisasi agar melindungi buah hatinya dari kesakitan, kecacatan, dan kematian karena penyakit campak dan rubella untuk segera memberikan Imunisasi MR. (Diskominfo)

Baca Juga

Luber Jurdil Untuk Pilkada Bersama 2018

Tekad menjadikan Pilkada serentak menjadi Pilkada Damai rupanya menjadi keinginan semua pihak, hal ini terlihat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + 14 =