Home / SUMBER DAYA ALAM / Pembinaan Disperindag Jatim Tentang Pengelolaan Limbah Organik Bagi Industri Agro

Pembinaan Disperindag Jatim Tentang Pengelolaan Limbah Organik Bagi Industri Agro

Dalam rangka Pelaksanaan Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung mengadakan Pembinaan terhadap 20 orang bagi perajin Industri Agro pada tanggal 8 dan 9 Mei 2014 yang bertempat di Hotel Istana Tulungagung, Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Bapak Ir. Supartono, MM Acara dilanjutkan Penyampaian materi yang berasal dari Tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung.

Proses pembuatan tahu dan tempe menghasilkan limbah padat dan limbah cair. Limbah padatan pada industri tahu berupa ampas tahu yang umumnya dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti sapi, kambing, kelinci, ayam, tempe gembus, sedangkan limbah padatan pada industri tempe berupa kulit kedelai dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Limbah cair tahu dan tempe masih jarang dimanfaatkan, umumnya dibuang ke sungai atau selokan.

Limbah cair industri tahu dan tempe seringkali menjadi penyebab pencemaran lingkungan yang mengganggu ekosistem dan kesehatan manusia lingkungan tersebut. Pembuangan limbah ke sungai mencemari lingkungan dan menyebabkan meningkatkan BOD (Biological Oxigen Demand) dan menimbulkan bau tidak sedap. Limbah cair industri tahu dan tempe tersebut masih mengandung nutrisi yang masih dapat diolah menjadi nata de soya. Pengolahan limbah cair industri tahu dan tempe menjaid nata de soya merupakan salah satu solusi mengatasi pencemaran lingkungan dan menghasilkan produk bernilai ekonomis yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Limbah cair produk olahan kedelai difermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum sehingga dihasilkan produk nata de soya. Pemanfaatan air limbah industri tahu-tempe sebagai produk pangan memberikan manfaat yang besar bagi pengusaha industri tahu-tempe, baik nilai ekonomis maupun manfaat dalam upaya penanganan limbah. Pengolahan limbah cair tahu-tempe menjadi nata de soya merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah pencemaran. Oleh karena itu, pengembangan usaha nata de soya perlu digalakan guna mengatasi pencemaran lingkungan di wilayah pemukiman sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − thirteen =